Keluarga Marta

Keluarga Marta
Selamat Datang di Blog Keluarga Kami

Kamis, 09 Februari 2012






pengadilantun.blogspot.com


KORUPSI

Saat mancing tadi sore, sambil nunggu ikan makan umpan aku berpikir tentang korupsi.
Korupsi itu mungkin sejenis hobby, ya seperti hobby mancing yang saya lakoni. Pada hobby mancing pada awalnya mungkin karena lauk (ikan) di rumah tidak ada atau tidak cukup jadi yaa pergi mancing. Tetapi setelah lauk di rumah sudah cukup, karena mancing sudah menjadi hobby, maka meskipun lauk di rumah sedang berlimpah tetap saja pergi mancing, resiko kehujanan, kepanasan, luka dan segala macam tidak peduli.
Demikian juga korupsi. Awalnya mungkin karena di rumah uang tidak ada atau sedikit maka untuk mencukupinya ya dengan korupsi. Setelah sebenarnya uang di rumah (dan rekening) mencukupi tapi karena sudah hobby ya tetap dikerjakan, resiko ketahuan, di-nonjob-kan, dipecat bahkan dipenjara sekalipun tidak (terlalu) dipedulikan.
Selanjutnya apakah yang hobby mancing juga akan beralih ke hobby korupsi? He he he.

Orang Kaya

Sambil menunggu para pihak yang mau sidang, inilah hasilnya :
Semakin hari semakin banyak orang sombang akan kekayaannya. Saya jadi terpikir agar diadakan pembeda antara orang miskin, menengah, kaya dan super kaya. Misalnya :
1. Orang miskin yang uang belanja makannya sehari antara Rp. 1.000,- s/d Rp.25.000,- makan nasi setiap hari harus makan nasi dengan lauk ikan, telor dan ayam (cukup).
2. Orang menengah yang uang belanja makan sehari antara Rp.25.000 s/d Rp.100.000,- makannya masih nasi dengan lauk daging, udang dan sejenisnya yang harganya menengah. Kalo beli lauk lebih murah berarti dia dah miskin.
3. Orang kaya yang uang belanja makannya sehari antara Rp.100.000,- s/d Rp.1.000.000,- makan perak, emas dan yang seharga dengan itu, gak boleh makan nasi lagi … kan udah kaya, masak sudah sombong karena kaya tapi makan nasi pake telor.
4. Orang super kaya, tiap hari harus makan berlian, mutiara, dan sejenisnya entah apalagi namanya, jangan makan nasi, ikan atau telor … ntar miskin.
By Martadinata Muchtar (19 Januari 2012)

SAKIT

Orang kaya raya yang seolah-olah dengan kekayaannya semua bisa dibeli, ketika diuji Allah SWT dengan suatu penyakit misalnya luka, tidak bisa ia membeli membeli seseorang untuk tukaran kesehatannya.
Atau … seorang yang seoseorang yang besar tinggi berotot, sebuah mobilpun bisa diangkatnya, ketika Allah SWT mengirim sebuah “virus” yang sangat kecil, otot besarnya tidak bisa berbuat apa-apa, jangankan mengangkat mobil, mengangkat gelaspun dia tak mampu.
Jadi … kapan kita mengingat Kekayaan dan kekuatan Allah?

Udin

UDIN.
Seorang pria bernama Udin, istrinya baru saja meninggal dunia. Udin menangis tersedu-sedu dan meratap “mamaaaa, mamaaa, jangan tinggalkan akuuuu”
Setiap orang yang melayat tidak berhasil membujuknya, akhirnya datang kawan akrabnya yang sudah sangat kenal sifat si Udin, sambil berbisik “ yang sabar ya bro, itu ada janda muda cantik”
Si Udin tetap meratap tetapi suara pelan “manaaa, manaaa, jangan lupa kenalkan akuuuuu”
He he he, Udin … Udin.